ASAL BAHASA MALANGAN

Bahasa Malang yang khas memang yang di balik dari belakang ke depan, contoh kata malang jadi ngalam, nah susunan itu nampak amat sangat biasa dan mudah di mengerti, lalu bagaimana dengan oker (rokok), ojir (uang). Tidak pernah ada rumus pasti bagaimana sebuah kata bisa di balik, kalaupun anda mencoba membuat rumus sendiri, maka yang terjadi lawan bicara anda (khususnya arema) hanya akan plolang-plolong (gak ngerti )

Bahasa Malang sendiri ternyata sudah lahir jauh sebelum saya, hehehehe…menurut hasil wawancara (nah ini dulu terjadinya) dan beberapa situs (biasa hasil googling) bahasa ini sudah ada dari jaman penjajahan kumpeni (belanda ) “Osob kiwalan kera ngalam (bahasa terbalik Arek Malang) berasal dari pemikiran para pejuang tempo doeloe yaitu kelompok Gerilya Rakyat Kota (GRK). Bahasa khusus ini dianggap perlu untuk menjamin kerahasiaan, efektifitas komunikasi sesama pejuang selain juga sebagai pengenal identitas kawan atau lawan. Metode pengenalan ini sangat penting karena pada masa Clash II perang kemerdekaan sekitar akhir Maret 1949 Belanda banyak menyusupkan mata-mata di dalam kelompok pejuang Malang.”

Bahasa Sandi ini akhirnya menjadi lebih populer lagi di kehidupan masyarakat Malang sehari-hari dan terutama dibidang per-bola-an (baca arema dan aremania) yang terutama aremania-nya yang mampu membawa bahasa ini kemanapun mereka pergi, untuk pembaca ketahui aremania tidak harus suportes sepak bola arema. Di daerah Bulungan – Jakarta Selatan (deket ama Blok-M) saya pernah ngobrol dengan beberapa orang (senior aremania batavia) bahwa banyak juga yang masuk dalam komunitas aremania yangtidak suka sepak bola . Aremania lebih luas dari itu, karena Aremania itu sebuah “Keluarga Besar yang berasal dari segi aspek masyarakat, soisial, etnis, agama dan daerah”.

Dengan slogan-slogannya seperti “tidak pernah kemana-mana tapi selalu ada dimana-mana” atau “dimana bumi dipijak disana langit dijunjung” Aremania selalu menciptakan komunitas kecil dimanapun mereka berada, entah ini dianggap sebuah primordialis atau solidaritas sekaligus rasa kangen terhadap Malang yang tidak bisa setiap saat bisa terobati (ini berlaku buat orang-orang seperti saya yang merantau di ibunya kota).

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s